Tindakan mencabutkan gigi seyogyanya dipercayakan kepada ahlinya, yakni dokter gigi. Sebab, bila tidak dilakukan dengan benar, pasien beresiko menderita Epulis. Yakni, bentukan tumor atau massa seperti tumor jinak pada gingival (gusi).
“Saya mendapati banyak pasien Epulis karena pencabutan gigi yang tidak benar,” kata drg Roberto Simanjuntak MS SpBM, spesialis bedah mulut Siloam Hospital Surabaya.
Menurut dia, pasien biasanya mencabutkan gigi ke ahli gigi, bukan dokter gigi. Karena tidak dilakukan dengan benar, masih ada sisa akar gigi yang menempel. Pada posisi gigi yang dicabut tersebut, dipasang gigi tiruan. Lama-kelamaan, muncul bentukan masa di sela gigi tiruan tadi. Kondisi begitu disebut Epulis fissuratum. Roberto menjelaskan, epulis bisa muncul akibat akar gigi yang tersisa tak bisa menahan tekanan gigi tiruan. Tekanan tersebut menyebabkan tulang di bagian dekat gigi tiruan tak stabil. “Terjadilah bentukan massa tersebut,” ujarnya.
Mayoritas penderita Epulis, lanjut dia, merupakan lansia. Sebab, kalangan itulah yang kerap menggunakan gigi palsu. Kondisi tulang dan struktur gusi lansiajuga tidak sekuat sewaktu muda. Memang, ada pula pasien muda yang menderita Epulis. Tapi, jumlahnya tak sebanyak lansia. Bagian gigi yang “ditumbuhi” Epulis umumnya adalah gigi belakang atau geraham, baik atas maupun bawah. “Tak hanya muncul bentukan massa epulis, mulut juga jadi bau dan mudah berdarah,” jelas Dosen FKG Unair tersebut.